Sebuah jam yang berasal dari karet yang dimiliki oleh seseorang sangat bermanfaat untuk memberikan informasi waktu bagi penggunaannya, namun ketika “Jam Karet” menjadi kebiasaan para pembuat jadwal ini sangat ironi mereka yang menentukan mereka yang mengingkari. Penangguhan waktu untuk persiapan atau waktu tenggang sangat penting namun, apakah ketika hal itu sudah dilaksanakan masih adakah perhitungan lagi? Dan parahnya Jam karet telah mendarah daging terutama pada kelompok organisasi atau personil organisasi.
Sebuah realita : Acara dalam undangan jam 08.00 seorang yang sering mengikuti acara datang jam 9 dan orang awam yang notabene menghargai pembuat undangan, datang jam 07.30 dengan alasan supaya tidak telat Dan alhasil acara dimulai pukul 09.00 sehingga orang umum tersebut merasa kesal,terlontarlah Dasar Indonesia...Jam Karet...
Sekilas jam karet merupakan kebiasaan yang membudidaya di kalangan manapun, kecuali Organisasi Disiplin seperti AD, AU, AL yang notabene Disiplin tinggi. Jam Karet adalah kebiasaan yang seharusnya dihilangkan bukan dibudayakan. Kenyataan lain seorang muslim ternyata juga membudidayakan Jam Karet, shalat Dhuhur yang seharusnya jam 12.00 kita molorkan jam 14.00, wah tak menyangka ya Jam Karet sudah melekat pada diri kita?? Lebih-lebih kadang kita rela kehabisan waktu karena jam karet..
Waktu adalah hidup, manfaatkan waktu dengan baik...sebelum kita menyesal karena kehabisan waktu...
Lina Cah Gemblung; Ruang Kelas SMK N 1 BOYOLALI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar